Editor : Ali Kadafi
Kabar Tren, Mojokerto – TRAWAS, MOJOKERTO Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, memiliki potensi pertanian yang cukup besar, salah satunya pada komoditas sayur selada. Selada hidroponik yang dibudidayakan secara higienis dan efisien menjadi sumber penghidupan bagi pelaku usaha lokal, salah satunya Bu Yanti. Namun, selama ini selada tersebut hanya dipasarkan dalam bentuk segar, sehingga ketika terjadi kelebihan produksi, sebagian hasil panen berisiko tidak terserap pasar.
Melihat kondisi tersebut, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Kelompok Reguler R-21 di bawah bimbingan Mochammad Firmansyah, S.T., M.T. menghadirkan solusi berbasis inovasi produk dan pemasaran digital. Mahasiswa KKN tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga mendampingi langsung pelaku usaha untuk mengolah selada hidroponik menjadi produk baru berupa keripik selada.
Berdasarkan hasil observasi, permasalahan utama yang dihadapi usaha selada hidroponik Bu Yanti terletak pada keterbatasan inovasi produk. Selada yang dijual dalam bentuk segar memiliki daya simpan yang singkat dan sangat bergantung pada kondisi pasar harian. Hal ini berpotensi menimbulkan kerugian apabila terjadi kelebihan panen.
Sebagai solusi, mahasiswa Kelompok 5 KKN R-21 memperkenalkan inovasi keripik selada. Produk ini dipilih karena mampu meningkatkan nilai jual selada, memiliki daya simpan lebih lama, serta menjadi produk unik yang belum ada sebelumnya di Desa Selotapak. Inovasi ini juga diharapkan dapat menambah ragam jajanan khas desa, seiring Selotapak yang dikenal sebagai desa wisata di kawasan Trawas.
“Melalui inovasi sederhana ini, kami ingin menunjukkan bahwa potensi lokal desa bisa berkembang dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN.
Kegiatan praktik pembuatan keripik selada dilaksanakan bersama Bu Yanti di rumah produksi. Proses dimulai dari pemilihan bahan baku selada hidroponik, pengolahan sesuai resep, hingga tahap pengemasan. Hasilnya, Bu Yanti berhasil mempraktikkan pembuatan keripik selada secara mandiri sesuai dengan resep yang diberikan oleh mahasiswa KKN.
Keberhasilan praktik ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi produk dapat diterapkan secara langsung oleh pelaku usaha lokal tanpa memerlukan teknologi yang rumit.
Selain inovasi produk, permasalahan lain yang ditemukan adalah belum optimalnya penerapan pemasaran digital. Selama ini, penjualan selada hanya dilakukan secara konvensional dan dari mulut ke mulut, sehingga jangkauan pasar masih terbatas.
Sebagai langkah awal, mahasiswa KKN membantu mendaftarkan lokasi usaha Bu Yanti ke Google Maps agar mudah diakses oleh konsumen. Selain itu, pemasaran produk keripik selada juga dilakukan melalui Bu Nanik, selaku Ketua UMKM Desa Selotapak. Melalui jalur ini, produk keripik selada berhasil terjual dan mendapatkan respons positif dari konsumen.
Untuk meningkatkan daya saing, mahasiswa KKN juga melakukan repacking dengan desain kemasan yang lebih menarik, rapi, dan informatif. Kemasan dilengkapi dengan identitas produk, komposisi, serta kontak produsen, sehingga memberikan kesan profesional dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal desa.
Melalui inovasi keripik selada dan penerapan pemasaran digital, diharapkan usaha selada hidroponik Bu Yanti dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa perubahan kecil melalui inovasi dan digitalisasi dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan UMKM desa.
Bagi para mahasiswa KKN Untag Surabaya, kegiatan pendampingan usaha selada hidroponik di Desa Selotapak menjadi pengalaman berharga sekaligus bukti nyata bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat. Melalui inovasi produk keripik selada serta penguatan pemasaran digital, mahasiswa tidak hanya membantu meningkatkan nilai jual produk lokal, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepercayaan diri pelaku usaha untuk terus berinovasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan ekonomi kreatif desa yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Oleh : Sub Kelompok 5 KKN R-21 Untag Surabaya
Anggota :
- Louisa Novilia Harsono ( Ilmu Komunikasi)
- Ignatius Edward R ( Ekonomi Pembangunan)
- Stefania Kandida Sena Tiba ( Ilmu Hukum)
- Darvesh Faizi Rabbani ( Ilmu Hukum)
- Rizalif Bagus Bintang S ( Ilmu Komunikasi)
Dosen Pembimbing Lapangan: Mochammad Firmansyah, S.T., M.T.


Komentar