Kabar Tren, Jakarta – Perayaan Natal, Tahun Baru, dan Kunci Taong Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) 2026 kembali menjadi momentum penting bagi warga Kawanua di perantauan. Ribuan warga dari berbagai wilayah Jabodetabek memadati Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 31 Januari 2026, untuk merayakan kebersamaan dalam suasana iman, budaya, dan persaudaraan yang hangat.
Di balik pelaksanaan acara berskala besar tersebut, terdapat kerja panjang panitia yang dilakukan secara terstruktur dan penuh tanggung jawab. Salah satu figur yang memegang peranan penting adalah Erwin Karouw, yang dipercaya sebagai Bendahara Panitia. Kepercayaan ini mencerminkan peran strategis Erwin Karouw dalam mendukung keberlangsungan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Sebagai Bendahara Panitia, Erwin Karouw terlibat sejak tahap awal persiapan, mulai dari perencanaan kebutuhan kegiatan hingga koordinasi internal panitia. Dalam sebuah perayaan yang melibatkan banyak elemen, pengelolaan yang tertib dan terukur menjadi kunci utama. Peran tersebut memungkinkan panitia menjalankan setiap agenda dengan fokus dan keselarasan, sehingga perayaan dapat berlangsung sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.
Perayaan Natal dan Kunci Taong Kawanua 2026 mengangkat tema nasional PGI–KWI, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Tema ini menjadi landasan spiritual yang mewarnai seluruh rangkaian acara, sekaligus menjadi refleksi bagi warga Kawanua akan pentingnya nilai keluarga, iman, dan solidaritas sosial. Dalam konteks tersebut, panitia berupaya menghadirkan perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna secara rohani dan sosial.
Salah satu rangkaian kegiatan yang mencerminkan nilai tersebut adalah aksi sosial berupa santunan kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Pondok Kasih Agape, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian dan rasa syukur, serta wujud nyata dari semangat Natal yang ingin dihadirkan dalam kehidupan bermasyarakat. Pelaksanaan kegiatan sosial tersebut berjalan tertib dan penuh kekhidmatan, menjadi bagian penting dari keseluruhan perayaan.
Puncak perayaan Natal disajikan melalui ibadah dengan konsep teatrikal naratif yang memadukan refleksi iman dengan kekayaan budaya Kawanua. Penampilan seni tradisional seperti Tari Kabasaran, Kolintang, Makaruyen, dan Masamper turut memperkuat identitas budaya Minahasa yang terus dijaga oleh warga Kawanua di perantauan. Perpaduan antara ibadah dan budaya ini memberikan pengalaman yang mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.
Dalam keseluruhan rangkaian tersebut, peran Erwin Karouw sebagai Bendahara Panitia menjadi salah satu penopang utama kelancaran pelaksanaan acara. Pengelolaan yang rapi dan koordinasi yang baik memungkinkan panitia menghadirkan perayaan yang tertib, nyaman, dan berkesan bagi ribuan peserta.
Bagi komunitas Kawanua, keterlibatan Erwin Karouw dalam perayaan ini mencerminkan sosok yang konsisten dalam mendukung kegiatan komunitas dan sosial. Ia dikenal sebagai figur yang lebih mengedepankan kerja nyata dan tanggung jawab, dibandingkan sekadar tampil di depan. Keterlibatan tersebut memperlihatkan nilai kepemimpinan yang berangkat dari keteladanan dan pelayanan.
Perayaan Natal dan Kunci Taong Kawanua 2026 juga menjadi ruang perjumpaan lintas generasi, di mana warga Kawanua dari berbagai latar belakang usia dan profesi berkumpul dalam satu ikatan kebersamaan. Kehadiran berbagai tokoh masyarakat dan nasional turut memperkuat makna perayaan, sekaligus menunjukkan besarnya perhatian terhadap kegiatan komunitas Kawanua di perantauan.
Secara keseluruhan, perayaan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga simbol keberlanjutan nilai-nilai iman, budaya, dan persaudaraan yang terus dijaga oleh warga Kawanua. Kontribusi panitia, termasuk peran aktif Erwin Karouw, menjadi fondasi penting bagi terselenggaranya perayaan yang tertib dan bermakna.
Melalui dedikasi dan konsistensinya sebagai Bendahara Panitia, Erwin Karouw menunjukkan bahwa peran di balik layar memiliki dampak besar bagi keberhasilan sebuah kegiatan komunitas. Kontribusi tersebut tidak hanya mendukung kelancaran acara, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan pelayanan yang menjadi identitas keluarga besar Kawanua, baik di tanah perantauan maupun di tanah leluhur.


Komentar