Ekonomi
Beranda » Berita » Rumah Tani Serap 38.000 Ton Hasil Panen Petani, Pangkas Rantai Distribusi

Rumah Tani Serap 38.000 Ton Hasil Panen Petani, Pangkas Rantai Distribusi

WhatsApp Image 2026-08-10 at 17.58.05 (1)
Rumah Tani Nusantara Serap 38.000 Ton Komoditas Pertanian Setiap Tahun

JAKARTA — PT Rumah Tani Nusantara (Rumah Tani) menunjukkan komitmen nyatanya sebagai penampung hasil panen (offtaker) terdepan di Indonesia. Melalui strategi pemotongan rantai distribusi yang panjang, perusahaan ini berhasil menyerap sekitar 38.000 ton komoditas pertanian per tahun langsung dari tangan petani di berbagai daerah. Langkah ini sekaligus menjadi solusi konkret atas ancaman anjloknya harga saat musim panen raya.

Direktur Operasional Rumah Tani, Mohammad Dwijanuarto, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan bertujuan untuk memberikan nilai tambah nyata bagi para petani.

“Kami hadir untuk memotong rantai pasok yang selama ini terlalu panjang dan merugikan petani. Dengan menyerap langsung 38.000 ton komoditas setiap tahunnya, kami ingin memastikan petani mendapatkan harga yang adil dan terlindungi dari ancaman anjloknya harga saat panen raya,” ujar Mohammad Dwijanuarto.

Solusi Mengatasi Masalah Komoditas dan Tengkulak

Untuk komoditas jagung, Rumah Tani menyediakan fasilitas pengering (dryer) guna mengatasi kendala tingginya kadar air saat musim hujan dan menggunakan mesin pipil jagung (corn sheller). Desain mesin yang dilengkapi roda penggerak memungkinkannya memiliki mobilitas tinggi untuk menjangkau titik-titik panen mitra tani. Hal ini akan secara signifikan mempercepat proses pemipilan dan menjaga kualitas komoditas sebelum masuk ke tahap distribusi untuk efektifitas mencegah kejatuhan harga di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP).

Sementara pada komoditas kentang asal Aceh, Karo, dan Dieng, Rumah Tani membeli seluruh hasil panen dengan harga standar pasar. Dwijanuarto menyampaikan bahwa skema ini terbukti membebaskan para petani dari jeratan tengkulak yang kerap memanfaatkan besarnya biaya operasional budidaya.

Menelusuri Jejak Sejarah Bangsa Melalui Desain Uang Kuno Indonesia

Jaminan Harga Minimum dan Distribusi Cepat

Rumah Tani juga menyiasati fluktuasi ekstrem harga cabai dengan memberikan jaminan harga minimum bagi mitra tani. Ketika harga pasar merosot tajam, perusahaan tetap membeli cabai sesuai harga kesepakatan awal agar petani tidak merugi. Cabai tersebut kemudian meluncur cepat ke sejumlah pasar induk daerah dan jaringan ritel ternama seperti Mie Gacoan, Rumah Sayur, hingga AgriPost.

Strategi efisiensi rantai pasok ini berlanjut pada komoditas bawang merah dan alpukat premium asal Takengon, Aceh. Rumah Tani membeli langsung dari petani, melakukan penyortiran (grading) standar mutu tinggi, lalu menyalurkannya ke konsumen, ritel modern, industri, hingga platform e-commerce seperti Shopee.

“Kami memastikan setiap komoditas terserap dengan baik, didistribusikan secara efisien, serta didukung oleh sistem pembayaran yang adil untuk terus menjaga semangat para petani di lapangan,” tambah Dwijanuarto.

NEOMA: Dari Teras Rumah, Brand Denim Ini Tembus Pasar Nasional

Menjaga Ketahanan Pangan dan Menekan Inflasi

Kontribusi berkelanjutan Rumah Tani terbukti efektif menstabilkan rantai pasok dari hulu ke hilir sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah. Penyerapan hasil panen yang konsisten tidak hanya mendorong kesejahteraan petani, tetapi juga menjaga ketahanan pangan dan menekan angka inflasi daerah.

Mengusung semangat kampanye #petanikayabahagia, PT Rumah Tani Nusantara terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun sektor pertanian yang makin tangguh.

Alasan Sewa Apartemen Reizcondo Semakin Populer Untuk Hunian Modern Medan

Informasi Kemitraan:

Pihak yang ingin menjalin kemitraan atau memperluas jaringan dapat mengakses situs resmi rumahtaninusantara.co.id atau menghubungi layanan telepon di +62813-1819-286.

Pegadaian Kantor Wilayah IX Tegaskan Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan

× Advertisement
× Advertisement