KABAR TREN, YOGYAKARTA – Sebanyak 3.031 guru dari berbagai daerah di Indonesia resmi dikukuhkan sebagai Guru Profesional dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch IV Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (30/5/2026). Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas guru, khususnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan madrasah, dalam menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks di era global.
Prosesi pengukuhan dilaksanakan secara hibrida dengan melibatkan 490 peserta yang hadir secara luring dan 2.541 peserta yang mengikuti kegiatan secara daring dari berbagai wilayah Indonesia. Mayoritas peserta berasal dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa, menunjukkan luasnya jangkauan kontribusi UIN Sunan Kalijaga dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.
Dalam laporannya, Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd., menyampaikan bahwa dari 3.100 peserta yang mengikuti PPG Dalam Jabatan Batch IV Tahun 2025, sebanyak 3.031 peserta berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi dan berhak memperoleh sertifikat pendidik sebagai Guru Profesional.
Prof. Sigit menjelaskan bahwa pengukuhan tersebut merupakan bagian dari kontribusi berkelanjutan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan Indonesia. Sepanjang periode 2021–2025, FITK UIN Sunan Kalijaga telah meluluskan 14.675 guru profesional yang terdiri atas 1.017 guru Raudhatul Athfal (RA), 2.431 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), 8.354 guru Pendidikan Agama Islam (PAI), 599 guru Akidah Akhlak, 554 guru Al-Qur’an Hadis, 534 guru Sejarah Kebudayaan Islam, 587 guru Fikih, dan 601 guru Bahasa Arab.
“Para guru yang dikukuhkan hari ini akan kembali ke satuan pendidikan masing-masing dengan tanggung jawab besar untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, membangun karakter peserta didik, dan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan nasional,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para alumni senantiasa menjaga nama baik almamater, melaksanakan tugas profesi dengan penuh tanggung jawab, serta terus mengembangkan diri secara berkelanjutan. Menurutnya, sertifikat pendidik bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan pengabdian sebagai pendidik profesional.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi PPG UIN Sunan Kalijaga, Dr. Rohmatun Lukluk Isnaini, M.Pd., mengajak para alumni untuk menjadi guru yang inspiratif, adaptif, dan transformatif. Ia menegaskan bahwa guru profesional tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menjadi teladan, membangun karakter peserta didik, serta mengembangkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Guru harus terus mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Kehadiran guru di ruang kelas tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar, membangun harapan, dan menginspirasi peserta didik untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., dalam pidato pengukuhannya menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini menuntut guru memiliki kompetensi yang lebih luas daripada sekadar penguasaan bidang ilmu. Menurutnya, pendidikan masa depan membutuhkan guru yang mampu membentuk peserta didik menjadi manusia yang berpikir kritis, mampu berkomunikasi dengan baik, dan memiliki karakter yang kuat.
Karena itu, Rektor menekankan tiga kemampuan utama yang perlu terus dikembangkan oleh guru profesional. Pertama, kemampuan berpikir logis, kreatif, dan kritis (logical, creative, and critical thinking). Kedua, kemampuan mengomunikasikan gagasan (communicating ideas), termasuk melalui penguasaan bahasa asing sebagai sarana memperluas wawasan dan membangun jejaring global. Ketiga, kemampuan berperilaku secara tepat dan berintegritas (proper behavior), yang tercermin dalam kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan.
“Pendidikan tidak hanya berbicara tentang apa yang diketahui seseorang, tetapi juga bagaimana cara berpikirnya, bagaimana ia menyampaikan gagasannya, dan bagaimana ia bertindak dalam kehidupan. Di sinilah peran guru menjadi sangat penting,” tegas Prof. Noorhaidi.
Ia menambahkan bahwa penguatan kompetensi guru harus dilakukan secara utuh, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada kemampuan berpikir lintas disiplin, komunikasi, serta pembentukan karakter. Menurutnya, guru PAI dan madrasah memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.
Suasana haru mewarnai prosesi pengukuhan saat seluruh peserta secara bersama-sama membacakan Ikrar Guru Indonesia sebagai simbol komitmen untuk menjalankan profesi secara profesional, menjunjung tinggi kode etik guru, dan mengabdikan diri bagi kemajuan pendidikan bangsa.
Semangat tersebut tercermin dalam testimoni Ihwan Nur Roiz, M.Pd, guru asal MAN 2 Kulon Progo Yogyakarta. Ia mengungkapkan bahwa program PPG telah memberinya perspektif baru tentang makna profesionalisme guru dan pentingnya terus berinovasi dalam pembelajaran.
“Sertifikat pendidik ini bukan sekadar pengakuan kompetensi, tetapi amanah untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik. Kami kembali ke daerah masing-masing dengan tanggung jawab untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas,” tuturnya.
Melalui pengukuhan 3.031 Guru Profesional ini, UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi guru PAI dan madrasah. Para guru yang dikukuhkan diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, membangun karakter generasi muda, serta berkontribusi dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.

