Nasional
Beranda » Berita » Dugaan Skandal Kepabeanan, Ratusan Massa Desak KPK Tangkap Kakanwil Bea Cukai Jakarta

Dugaan Skandal Kepabeanan, Ratusan Massa Desak KPK Tangkap Kakanwil Bea Cukai Jakarta

WhatsApp Image 2026-02-03 at 17.23.11 (1)

Administrator : Aisyah Azka

Kabar Tren, Jakarta – Gelombang protes melanda gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/2). Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Rakyat (FORMAT) menggelar aksi unjuk rasa menuntut penuntasan dugaan skandal korupsi dan kejahatan kepabeanan yang menyeret nama pejabat tinggi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Massa menyoroti sosok Hendri Darnadi yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta. FORMAT menduga kuat bahwa Hendri terlibat dalam jaringan kejahatan ekonomi terorganisir. Tuduhan tersebut meliputi keterlibatan dalam impor daging ilegal serta pemberian perlindungan terhadap produksi rokok putih ilegal di wilayah Madura dan Malang.

Sebut Adanya Jaringan Mafia Tekstil dan Kayu

Koordinator Lapangan FORMAT, Rama, mengungkapkan bahwa dugaan praktik lancung ini mencakup fasilitas bagi jaringan kejahatan kepabeanan lintas sektor. Pihaknya mencatat adanya indikasi manipulasi jenis dan jumlah barang (under-invoicing) oleh Jaringan Tekstil Ilegal (JIRO) di wilayah Cikarang.

Selain itu, massa juga membeberkan aktivitas Jaringan Kayu dan Rotan Ilegal (JALECA) di wilayah operasi Kudus. Menurut Rama, praktik ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak ekosistem industri nasional serta mengancam keberlanjutan sumber daya alam Indonesia.

“Kami memandang Hendri Darnadi bukan sekadar pelaku pelanggaran administratif. Ia diduga kuat menjadi bagian dari mafia kepabeanan yang menggerogoti ekonomi negara secara sistematis,” ujar Rama di sela-sela aksi.

Pegadaian Perkuat Kolaborasi Kampus Lewat Peresmian The Gade Creative Lounge Untirta

Desak KPK Periksa Sejumlah Pejabat Terkait

Dalam orasinya, FORMAT menyesalkan nama Hendri yang kerap muncul dalam berbagai dugaan perkara namun selalu lolos dari jerat hukum. Mereka menduga ada perlindungan dari jaringan kekuasaan tertentu yang melibatkan sejumlah nama pejabat lain di lingkungan Kementerian Keuangan dan Bea Cukai Pusat.

Massa menekankan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, pembiaran terhadap kasus ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat.

Empat Tuntutan Utama FORMAT

Melalui aksi ini, FORMAT menyampaikan empat poin tuntutan tegas kepada lembaga antirasuah:

Dorong Ekonomi Masyarakat, Kabupaten Bekasi Perkuat Peran UMKM dalam Serapan Tenaga Kerja

  • Memanggil dan memeriksa Hendri Darnadi terkait seluruh dugaan kejahatan kepabeanan.
  • Menetapkan Hendri Darnadi sebagai tersangka jika bukti keterlibatan dalam mafia impor dan rokok ilegal terpenuhi.
  • Melakukan pembersihan total di internal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dari tingkat pusat hingga daerah.
  • Membongkar tuntas jaringan JIRO dan JALECA beserta aktor bisnis maupun pejabat yang menjadi pelindungnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement