Pendidikan
Beranda » Berita » Pengadaan Mesin Roaster dan Grinder untuk Mendukung Optimalisasi Potensi Kopi dan Pengembangan Ekosistem Usaha Kopi Desa Kebondowo

Pengadaan Mesin Roaster dan Grinder untuk Mendukung Optimalisasi Potensi Kopi dan Pengembangan Ekosistem Usaha Kopi Desa Kebondowo

erttrertyyyyy
Tim KKN Universitas Diponegoro bersama BUMDes, pemerintah desa, dan pelaku UMKM usai penyerahan mesin roaster-grinder untuk penguatan usaha kopi Kebondowo.

KECAMATAN BANYUBIRU – Desa Kebondowo memiliki potensi besar di sektor perkopian. Sejak dulu, UMKM kopi lokal telah mengolah green beans hingga kopi bubuk yang pasarnya bahkan menembus luar daerah. Namun, proses produksi yang masih tradisional kerap menjadi kendala utama. Menjawab tantangan itu, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro bersama Pemerintah Desa Kebondowo menyerahkan tiga unit mesin roaster dan tiga unit grinder secara resmi di Bukit Cinta, Rawapening, pada Selasa (11/7/2026). Rangkaian workshop pengoperasian mesin kopi juga digelar di Kantor Desa Kebondowo pada Jumat (17/7/2026). Program ini merupakan langkah nyata dalam tema besar KKN TIM KKN-T IDBU 63, yaitu “Penguatan BUMDes dan Usaha Mikro di Desa Kebondowo”.

Meskipun kopi Kebondowo telah dikenal hingga luar Kabupaten Semarang, sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan metode roasting manual menggunakan kompor atau wajan sederhana. Akibatnya, kapasitas produksi terbatas dan kualitas hasil roasting sering kali tidak konsisten karena sulitnya mengatur suhu secara presisi. Keterbatasan modal juga membuat banyak pelaku usaha belum mampu mengakses alat produksi yang lebih modern. Kondisi ini diperparah dengan kendala teknis seperti pemadaman listrik yang kerap terjadi, sehingga proses produksi sering terganggu dan berisiko menghasilkan produk gagal yang merugikan pelaku usaha. Selama ini, masyarakat hanya mampu menjual biji kopi dan bubuk kopi dengan margin keuntungan yang relatif kecil. Padahal, jika dikelola lebih lanjut menjadi produk turunan lainnya, nilai tambah yang diperoleh bisa jauh lebih besar. Hadirnya mesin roaster dan grinder dari tim KKN Undip diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kopi desa.

Penyerahan mesin roaster dan grinder dilakukan dalam dua kesempatan berbeda. Penyerahan secara resmi dari tim KKN Undip kepada BUMDes Kebondowo berlangsung di Bukit Cinta di Rawapening. Acara tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Heru Prastawa, DEA dan Dr. Dian Wijayanto, S.Pi., M.M., M.S.E selaku dosen pembimbing, Pak Ahmad Yani, S.Tp selaku kepala desa, serta perangkat dan pengurus BUMDes sebagai penerima utama mesin tersebut.

Picture5sdfghjtrewwwwww

Suasana serah terima mesin kopi dari Tim KKN Undip kepada BUMDes Kebondowo di Bukit Cinta, Rawapening, Selasa (11/7/2026)

Penyerahan simbolis dilanjutkan dalam workshop yang digelar di Kantor Desa Kebondowo. Kegiatan ini melibatkan perwakilan kelompok masyarakat dari tujuh dusun di Desa Kebondowo, dengan peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari remaja, dewasa, hingga orang tua. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, menunjukkan bahwa program ini mendapat sambutan positif dari seluruh lapisan warga. Dalam workshop tersebut, diadakan simulasi pengoperasian mesin kopi yang baik, mulai dari sortasi biji hingga proses grinding yang tepat. Setelah itu, dilakukan penyuluhan mengenai pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan pengenalan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dalam pengoperasian mesin kopi oleh Tim KKN Undip. Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan mesin roaster dan grinder secara simbolis kepada perwakilan BUMDes, didampingi dengan penyerahan poster edukasi, logbook, sarung tangan tahan panas, dan stiker keselamatan (safety sign) sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan dan kelancaran proses produksi kopi ke depannya.

sdfghj

Penyerahan mesin roaster, grinder, poster, logbook, stiker, dan APD kepada perwakilan tujuh dusun di Kantor Desa Kebondowo, Jumat (17/7/2026).

Kehadiran mesin roaster dan grinder ini diharapkan dapat membawa sejumlah dampak positif bagi ekosistem kopi Desa Kebondowo ke depan. Pertama, dari sisi kualitas, mesin roasting berpotensi menghasilkan suhu yang lebih stabil dibandingkan metode manual. Dengan pengaturan suhu yang presisi, hasil roasting diharapkan lebih konsisten sehingga cita rasa kopi yang dihasilkan pun lebih terjaga. Kedua, dari sisi efisiensi, proses roasting dengan mesin diprediksi lebih praktis dan tidak memakan waktu lama. Hal ini berpotensi meningkatkan kapasitas produksi pelaku usaha tanpa harus mengorbankan kualitas. Ketiga, mesin ini diharapkan menjadi sarana kolaborasi antar pelaku usaha. Dengan dikelola oleh BUMDes dan dapat diakses oleh seluruh kelompok masyarakat, tercipta peluang kerjasama antara BUMDes, kelompok tani, dan UMKM kopi yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Keempat, mesin ini membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas. Masyarakat tidak perlu lagi hanya menjual biji atau bubuk kopi, tetapi berpotensi mengolahnya menjadi produk jadi dengan nilai jual lebih tinggi. Peluang untuk mengikuti bazar, event desa, hingga membuka coffee shop pun semakin terbuka.

Edukasi Mahasiswa Yatsi Madani Tingkatkan Kesadaran Santri Menjaga Kesehatan Gigi

Pemerintah Desa Kebondowo menyambut positif program ini. Harapan dari pemerintah desa, kehadiran mesin roasting tidak hanya mampu memberikan pendapatan tambahan bagi desa melalui hasil bumi kopi, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi muda desa untuk mengenal dunia perkopian dan menjadi barista yang mahir ke depannya. Perwakilan kelompok masyarakat dari Dusun Kebonbawang juga turut menyampaikan harapannya:

“Semoga alat ini bisa digunakan oleh anak-anak muda di desa dan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengolah kopi sendiri, meskipun kebun kopi hanya ada di dusun tertentu saja.”

Program ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem usaha kopi Desa Kebondowo yang berkelanjutan. Kehadiran mesin roaster tidak hanya mendukung proses pengolahan kopi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara BUMDes, kelompok masyarakat, dan pelaku UMKM untuk mengembangkan produk kopi lokal, memperluas akses pasar, serta meningkatkan nilai tambah komoditas kopi desa. Melalui kolaborasi antara Universitas Diponegoro, Pemerintah Desa, BUMDes, dan masyarakat, pengadaan mesin roaster dan grinder diharapkan menjadi awal bagi pengembangan industri kopi lokal yang berkelanjutan. Ke depannya, diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk kopi Desa Kebondowo sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Limbah Berdaya: Edukasi Nilai Tambah Limbah Organik sebagai Peluang Usaha

× Advertisement
× Advertisement