Oleh: Hanifah Hendra Putri — Mahasiswa KKN Tim II IDBU-38 Sironjang Universitas Diponegoro
Upaya meningkatkan kualitas budidaya melon tidak hanya ditentukan oleh perawatan tanaman saat memasuki fase pertumbuhan, tetapi juga dimulai sejak proses penyemaian benih. Berangkat dari kondisi tersebut, Hanifah Hendra Putri, mahasiswa Program Studi Bioteknologi Universitas Diponegoro yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU 38, menginisiasi program monodisiplin bertajuk “Optimalisasi Penyemaian Benih Melon Melalui Pemanfaatan Cocopeat dan Sekam Bakar di Greenhouse Sironjang.” Kegiatan ini ditujukan kepada pengelola Greenhouse RT 04 serta Karang Taruna RT 04 yang selama ini aktif membudidayakan tanaman melon. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta tidak hanya memahami teori penyemaian, tetapi juga mampu mempraktikkan secara langsung teknik penyemaian menggunakan media tanam yang lebih optimal.
Berangkat dari Kondisi Greenhouse Sironjang
Program ini disusun berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan hasil observasi, media semai yang digunakan di greenhouse masih menggunakan cocopeat sebagai media tunggal. Sistem budidaya melon telah menerapkan irigasi tetes (drip irrigation) dengan pemberian nutrisi AB Mix, namun belum pernah dilakukan pemanfaatan campuran sekam bakar pada media semai.
Selain itu, selama proses budidaya juga ditemukan kendala berupa serangan penyakit embun tepung (powdery mildew) pada tanaman melon. Meskipun penyakit tersebut lebih banyak menyerang tanaman pada fase pertumbuhan di lapangan, kualitas bibit yang sehat sejak awal tetap menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih baik.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN menawarkan alternatif sederhana berupa penambahan sekam bakar pada media cocopeat sebagai upaya meningkatkan kualitas media semai sehingga mampu menghasilkan bibit yang lebih baik.
Mengenal Cocopeat dan Sekam Bakar sebagai Media Semai
Pada sesi sosialisasi, peserta diberikan pemahaman mengenai fungsi media semai sebagai tempat tumbuh benih pada fase awal perkecambahan hingga bibit siap dipindahkan ke media tanam utama.
Cocopeat merupakan serbuk halus yang berasal dari sabut kelapa. Media ini memiliki kemampuan menyimpan air yang sangat baik sehingga mampu menjaga kelembapan selama proses perkecambahan benih. Karakteristik tersebut menjadikan cocopeat sebagai salah satu media semai yang banyak digunakan dalam budidaya hortikultura.
Sementara itu, sekam bakar merupakan hasil pembakaran sekam padi yang memiliki struktur berpori. Sifat tersebut membuat sekam bakar mampu meningkatkan aerasi dan drainase media tanam sehingga sirkulasi udara di sekitar akar menjadi lebih baik. Penambahan sekam bakar juga membantu media menjadi lebih gembur dan mengurangi risiko media terlalu padat akibat tingginya kemampuan cocopeat dalam menyimpan air.
Melalui kombinasi kedua bahan tersebut diharapkan tercipta media semai yang mampu menjaga keseimbangan antara kelembapan dan sirkulasi udara sehingga mendukung pertumbuhan akar bibit melon secara optimal.
Pelaksanaan Sosialisasi dan Demonstrasi Penyemaian
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pengelola greenhouse untuk menentukan waktu pelaksanaan serta menyiapkan lokasi kegiatan. Selanjutnya mahasiswa KKN mempersiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan, antara lain tray semai, botol spray, alat pembuat lubang tanam, sendok, benih melon, cocopeat steril, sekam bakar, dan air bersih.
Pada sesi penyampaian materi, peserta diberikan penjelasan mengenai pentingnya pemilihan media semai, karakteristik cocopeat dan sekam bakar, serta tahapan persiapan benih sebelum dilakukan penyemaian. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi dan menyampaikan pengalaman mereka selama membudidayakan tanaman melon.
Setelah sesi teori selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penyemaian benih melon. Demonstrasi dilakukan secara bertahap agar peserta dapat memahami setiap proses dengan baik.
Tahapan penyemaian dimulai dengan menyiapkan tray semai yang telah diisi media campuran cocopeat dan sekam bakar. Media kemudian dibasahi menggunakan spray hingga lembap, tetapi tidak terlalu basah. Selanjutnya dibuat lubang tanam kecil pada setiap lubang tray menggunakan lidi atau alat sejenis.
Benih melon dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi yang tepat, kemudian ditutup kembali menggunakan media secara tipis. Setelah seluruh benih ditanam, media kembali disemprot menggunakan air agar kelembapannya tetap terjaga. Tray semai kemudian diletakkan di tempat yang teduh untuk mendukung proses perkecambahan.
Melalui demonstrasi ini peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik penyemaian sehingga pemahaman yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis.
Antusiasme Peserta Selama Kegiatan
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi juga berkembang mengenai pengalaman pengelola greenhouse dalam membudidayakan melon serta kendala yang selama ini dihadapi. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat sehingga solusi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Melalui pendekatan edukatif dan demonstratif, peserta menjadi lebih percaya diri untuk mencoba menerapkan teknik penyemaian yang telah diperkenalkan pada kegiatan tersebut.
Evaluasi dan Luaran Program
Sebagai bagian dari evaluasi, peserta diminta mengisi lembar monitoring dan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Selain itu dilakukan dokumentasi kegiatan sebagai bentuk pelaporan pelaksanaan program KKN.
Luaran utama dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai teknik penyemaian benih melon yang benar, khususnya dalam pemanfaatan media semai berbahan cocopeat dengan penambahan sekam bakar. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh pengelola greenhouse maupun anggota Karang Taruna dalam kegiatan budidaya melon selanjutnya.
Harapan Keberlanjutan Program
Program “Sabut Kelapa Naik Pangkat” menunjukkan bahwa inovasi sederhana dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh dapat memberikan nilai tambah dalam kegiatan budidaya tanaman. Penambahan sekam bakar pada media cocopeat menjadi salah satu alternatif yang berpotensi meningkatkan kualitas media semai tanpa memerlukan biaya yang besar.
Melalui program monodisiplin ini, pengelola Greenhouse diharapkan memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya melon. Penerapan teknik penyemaian yang tepat dengan memanfaatkan media cocopeat dan sekam bakar diharapkan mampu menghasilkan bibit yang lebih sehat, sehingga produktivitas tanaman melon di Greenhouse RT 04 dapat terus meningkat.
Melalui kegiatan KKN Tematik ini, mahasiswa Universitas Diponegoro tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan pendampingan di bidang pertanian yang aplikatif dan berkelanjutan.

