Pendidikan
Beranda » Berita » Bergema: Ketika Berbagi Bukan Tentang Memberi, Tapi Tentang Hadir

Bergema: Ketika Berbagi Bukan Tentang Memberi, Tapi Tentang Hadir

WhatsApp Image 2026-06-08 at 16.27.54 (2)
Penyerahan simbolis bantuan dan momen kebersamaan dalam kegiatan BERGEMA bersama anak-anak dan relawan di Kulon Progo.

Kabar Tren, Kulon Progo, 7 Juni 2026 — Jam 08.30 pagi, halaman TK ABA Ledok II Kulonprogo belum sempat sepi dari embun ketika 38 anak dan 38 orang tua mulai memenuhi ruangan. Mereka datang dari enam sekolah berbeda — TK ABA Ledok 1, TK ABA Ledok 2, TK ABA Bekelan, KB Kuntum Melati, KB Harapan Insani, dan KB Harapan Pertiwi — anak-anak dari keluarga yang tak selalu punya banyak, tapi hari ini datang dengan satu hal yang sama: kehadiran.
Dan kehadiran, ternyata, sudah lebih dari cukup.

Program BERGEMA — Berbagi, Bergerak, Bersama hadir di Kulon Progo dipersembahkan oleh Ibu Profesional Yogyakarta, didukung penuh oleh The Human Safety Net (THSN), serta disponsori oleh Heartful Connections dan Moorra Goat Milk. Bukan sekadar acara sosial. Ini adalah undangan untuk hadir sepenuhnya — bagi anak-anak, dan bagi orang tua yang selama ini mungkin lebih sering hadir secara fisik saja.

Acara dibuka dengan permainan gerak bersama antara ibu dan anak, langsung dilanjutkan dengan dance Beebo dan Homi yang membuat seluruh ruangan bergerak dan tertawa. Kepala sekolah Ibu Irnawati menyambut dengan hangat, berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Sekretaris Jendral Ibu Profesional, Hamidah Rina Mantiri, secara simbolis menyerahkan donasi langsung ke tangan Ibu Irnawati — sebuah gestur kecil yang mewakili sesuatu yang jauh lebih besar.

Acara kemudian terbagi: orang tua bersama Ayiek Budiyanto menyelami satu tema yang sederhana namun menggetarkan — “Semua Anak adalah Bintang”. Para orang tua diajak bukan untuk mengajari anak, tapi untuk melihat mereka — mengenali hobi, kesukaan, keunikan yang selama ini mungkin terlewat di antara kesibukan.
Sementara itu, anak-anak berpindah dari satu pos ke pos lain: mewarnai, permainan tradisional, dan berbagai aktivitas yang dipandu fasilitator dan relawan yang bersemangat — dimeriahkan langsung oleh Beebo dan Homi. Gelak tawa anak-anak terdengar bahkan dari ruang orang tua.

“Kita tidak bisa memberikan kepada anak-anak kita akar dan sayap, kecuali kita sendiri mau berhenti sejenak dan melihat siapa mereka sebenarnya.”

IPB Championship 2026: Kampus Menjadi Ruang Pelestarian Pencak Silat

Di penghujung acara, saat kesan-pesan dibagikan dan learning kids diserahkan satu per satu ke tangan 38 anak itu, yang tersisa bukan sekadar kenangan — melainkan bukti.
Inara, salah satu peserta dari TK B, matanya berbinar: “Seneng banget bisa ikut main, bisa coba banyak permainan, dan banyak dapat hadiah!”
Ibu Ana, salah satu wali murid TK ABA II, menyampaikan rasa syukurnya dengan tulus: “Selama ini di sekolah belum pernah ada kegiatan seperti ini. Semoga ke depannya ada lagi.”
Dan yang paling mengejutkan datang dari Bapak Dito — yang mengaku tiba tanpa ekspektasi apa pun, sekadar memenuhi undangan. Ia pulang dengan cerita yang ingin segera ia sampaikan kepada istrinya.

Itulah mungkin ukuran terbaik dari sebuah acara yang berhasil: bukan foto yang bagus, bukan sambutan yang panjang — tapi ketika seseorang yang tadinya tidak mengharapkan apa-apa, pulang membawa terlalu banyak hal untuk disimpan sendiri.

“Berbagi bukan tentang seberapa banyak yang kamu miliki. Tapi seberapa besar hatimu untuk bergerak bersama.”

Kontribusi Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya dalam Mendukung Administrasi dan Pengelolaan Data Atlet di KONI Kota Surabaya

BERGEMA (Berbagi, Bergerak, Bersama) adalah program Ibu Profesional yang didukung The Human Safety Net, hadir untuk keluarga rentan agar setiap anak tumbuh dengan kesempatan yang sama.

Ibu Profesional Yogyakarta
@ibuprofesionalyogyakarta

UIN Sunan Kalijaga Kukuhkan 3.031 Guru Profesional Hadapi Tantangan Pendidikan Masa Depan

× Advertisement
× Advertisement