Daerah
Beranda » Berita » Dorong Diversifikasi Produk Lokal, Mahasiswa KKN-PPM UGM Olah Pala Menjadi Sirup di Negeri Yaputih

Dorong Diversifikasi Produk Lokal, Mahasiswa KKN-PPM UGM Olah Pala Menjadi Sirup di Negeri Yaputih

WhatsApp Image 2026-08-10 at 07.55.47
Pelatihan Pembuatan sirup Pala Dokumentasi : TIM KKN-PPM UGM Menyeru Tehoru 2026

Kabar Tren, Maluku Tengah – Potensi pala yang melimpah di Negeri Yaputih menjadi peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah. Dengan adanya potensi tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM Menyeru Tehoru 2026 melalui program SIRUPALA (Diversifikasi Produk Olahan Pala Menjadi Sirup sebagai Potensi Oleh-Oleh Khas Daerah) mengajak masyarakat untuk mengembangkan pala menjadi produk olahan berupa sirup.

Kegiatan yang berlangsung di rumah Bapak Abdul Karim Tehuayo pada Minggu (2/8) tersebut dilakukan melalui sosialisasi, pemaparan materi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan sirup pala. Inovasi ini hadir sebagai upaya memperluas pemanfaatan pala yang selama ini masih terbatas pada bentuk mentah. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah keterampilan masyarakat dalam mengolah komoditas lokal sekaligus menjadi langkah awal dalam mengembangkan pala sebagai produk bernilai tambah dan peluang usaha. 

Di Negeri Yaputih, pala merupakan salah satu komoditas yang cukup melimpah. Namun, pemanfaatan pala masih berfokus pada bagian yang memiliki nilai jual, terutama bunga pala dan bijinya. Kondisi tersebut membuat daging buah pala belum banyak dimanfaatkan. Melalui program SIRUPALA, mahasiswa KKN-PPM UGM memperkenalkan pengolahan daging buah pala menjadi sirup sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi pada komoditas lokal. Sulis Anggoro Kasih, menyampaikan bahwa progam SIRUPALA dilaksanakan karena melihat potensi pala yang melimpah di Negeri Yaputih, tetapi pemanfaatannya masih belum optimal. “Saya melihat pala di Negeri Yaputih memiliki potensi yang sangat melimpah, tetapi selama ini pemanfaatannya masih terbatas, terutama pada bunga dan bijinya. Karena itu, saya mencoba memperkenalkan pemanfaatan daging buah pala menjadi sirup agar bagian yang sebelumnya belum banyak dimanfaatkan juga dapat memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Kegiatan progam SIRUPALA melibatkan ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM sebagai peserta. Sebelum praktik dimulai, peserta diberikan pemahaman mengenai manfaat pala serta peluang pengembangannya menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi. Penyampaian materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan sirup bersama dengan mahasiswa KKN-PPM UGM. Bagi masyarakat, pengolahan daging buah pala menjadi sirup menjadi pengetahuan baru. Salah satu peserta, Hawa Tehuayo, menyampaikan bahwa sebelumnya belum ada masyarakat di desa yang mengolah pala menjadi sirup. “Selama ini di desa kami belum ada yang mengolah pala menjadi sirup, jadi kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru bagi kami,” ujarnya.

Kehadiran program SIRUPALA juga menjadi kesempatan bagi ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM untuk mengenal bentuk diversifikasi produk yang dapat dikembangkan dari hasil pertanian lokal. Pengetahuan mengenai pengolahan daging buah pala diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk tidak hanya menjual hasil pala dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga pengembangan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. 

A Complete Seven Day Guide to the Best Experiences in Bali

Pengolahan daging buah pala menjadi sirup memberikan alternatif pemanfaatan terhadap bagian pala yang sebelumnya belum banyak digunakan. Selain dapat menjadi produk konsumsi, sirup pala memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu produk oleh-oleh khas daerah. Bagi pelaku UMKM, keterampilan pengolahan seperti ini dapat menjadi pengetahuan tambahan dalam melihat kemungkinan pengembangan produk berbasis bahan pangan lokal. Dengan demikian, pemanfaatan pala tidak hanya berhenti pada komoditas yang dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat berkembang melalui berbagai inovasi produk.

Melalui progam SIRUPALA, pemanfaatan pala di Negeri Yaputih diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal menjadi produk yang bernilai tambah. Keterampilan yang diperoleh selama kegiatan menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan sirup pala sebagai produk olahan yang memiliki nilai jual. Upaya ini tidak hanya mendorong diversifikasi pemanfaatan komoditas pala, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.

Ketika Ayah Hadir Sepenuh Hati, Anak Tumbuh Lebih Berani: Kisah Hangat BERGEMA di Palembang
× Advertisement
× Advertisement