Daerah
Beranda » Berita » Pandu45 Ajak Orang Tua Tak Terburu-buru Melabeli Bakat Anak Lewat Eksplorasi

Pandu45 Ajak Orang Tua Tak Terburu-buru Melabeli Bakat Anak Lewat Eksplorasi

WhatsApp Image 2026-08-17 at 05.46.49 (1)
Pelatihan Fasilitator Pandu45 di Jakarta mengajak orang tua menemani proses eksplorasi bakat anak melalui pengalaman, bukan sekadar memberi label.

JAKARTA, 15 Agustus 2026 — “Apa bakat anak saya?” Pertanyaan ini mungkin pernah muncul dalam benak banyak orang tua. Namun, sebelum mencari jawabannya, ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting: sudahkah anak mendapatkan cukup kesempatan untuk mencoba dan mengalami berbagai hal?

Gagasan tersebut menjadi salah satu dasar dalam Pelatihan Fasilitator Pandu45 yang diselenggarakan Ibu Profesional di Aula Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8). Kegiatan Pandu45 ini didukung oleh The Human Safety Net Indonesia, sebagai bagian dari upaya bersama untuk mendukung tumbuh kembang anak dan penguatan keluarga.

Pelatihan yang dipandu oleh Ibu Septi Peni Wulandani dan Bapak Dodik Mariyanto ini diikuti 36 peserta dari 11 daerah, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Payakumbuh, Balikpapan, Depok, Tangerang Kota, Tangerang Selatan, Karawang, Bekasi, Cirebon, dan Bogor.

Bukan Mencari Label, tetapi Menemani Perjalanan

Pelatihan Fasilitator Pandu45 berangkat dari kegelisahan bahwa orang dewasa dapat terlalu cepat menyimpulkan bakat anak.

BRI Dorong Pertumbuhan UMKM Probolinggo melalui Penyaluran KUR

Seorang anak mungkin terlihat menyukai suatu kegiatan hari ini, tetapi belum tentu kegiatan tersebut menunjukkan seluruh potensinya. Sebaliknya, anak yang belum terlihat menonjol dalam suatu aktivitas juga belum tentu tidak memiliki potensi di bidang tersebut.

Karena itu, anak membutuhkan pengalaman yang beragam.

Dalam pendekatan Pandu45, orang dewasa diajak untuk tidak buru-buru menjadi pihak yang menentukan. Peran fasilitator adalah menciptakan pengalaman, mengamati proses, dan menemani anak mengenali dirinya.

Jangan Mudah Tergiur Imbal Hasil Tinggi, BRI BO PROBOLINGGO Ingatkan Risiko Modus Penipuan Investasi

Hal yang sama berlaku ketika mengenali sifat anak. Sifat perlu dikenali, tetapi tidak harus langsung dijadikan label.

Dengan cara pandang tersebut, proses mengenali potensi anak menjadi sebuah perjalanan, bukan sebuah ujian yang harus segera menghasilkan jawaban.

BRI Peduli Dukung Perbaikan Infrastruktur Jalan, Berikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat Desa Maron Kulon Kec. Maron Kab. Probolinggo

Ketika Orang Tua “Mati Gaya” Menemani Anak

Salah satu perangkat yang diperkenalkan dalam pelatihan adalah learning kit Pandu45, yang dilengkapi 45 pin aktivitas untuk menemani anak berproses.

Bawa Identitas Eastvarun, Candra Sugiartama dan Ratih Raih Best Costume di Merdeka Run 2026

Di dalamnya terdapat aktivitas yang melibatkan fisik dan pancaindra. Aktivitas lainnya membantu anak mengeksplorasi sifat dirinya. Learning kit ini juga dilengkapi buku cerita dengan penokohan yang berkaitan dengan bahasa bakat serta kartu yang dapat digunakan untuk semakin memahami bahasa bakat.

Berbagai perangkat tersebut memberikan pilihan aktivitas bagi orang tua maupun fasilitator ketika menemani anak bereksplorasi. Aktivitas menjadi pintu masuk untuk melihat bagaimana anak menikmati sesuatu, merespons pengalaman, dan menjalani prosesnya.

Dengan demikian, orang dewasa tidak hanya mencari jawaban atas pertanyaan “Apa bakat anak?”, tetapi belajar hadir dan mengamati proses anak ketika mencoba berbagai pengalaman.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Jember Hadirkan Terang melalui Light Up The Dream

Menyiapkan Pilot Project di Tiga Kota

Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk menjalankan pilot project unit kegiatan Pandu45 di Jakarta, Medan, dan Surabaya.

Melalui pilot project tersebut, fasilitator akan memiliki ruang untuk mempraktikkan pendekatan Pandu45 sekaligus menghadirkan pengalaman eksplorasi bagi anak dan keluarga di kota masing-masing.

Pelatihan perdana ini juga diikuti peserta dari luar kota yang menjadi lokasi pilot project. Salah satunya adalah Uni Betty A dari Payakumbuh, Sumatera Barat, yang menempuh perjalanan selama dua hari dua malam menuju Jakarta untuk mengikuti workshop.

Peserta lainnya datang dari Yogyakarta, Balikpapan, Depok, Tangerang, Karawang, Bekasi, Cirebon, dan Bogor.

Pandu45 menempatkan pengalaman anak sebagai bagian penting dalam proses mengenali potensi.

Anak mungkin justru membutuhkan sesuatu yang lebih sederhana: kesempatan untuk mencoba, pengalaman untuk dijalani, dan orang dewasa yang bersedia hadir untuk melihat prosesnya.

Ibu Profesional Jakarta
IG : @Ibuprofesionaljakarta

× Advertisement
× Advertisement