MAGETAN – Media sosial kini menjadi salah satu kunci utama dalam memperkenalkan potensi wisata ke khalayak yang lebih luas. Survei Profil Internet Indonesia 2025 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat TikTok sebagai platform paling banyak diakses masyarakat Indonesia dengan capaian 35,17 persen, meningkat jauh dibanding tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 18,61 persen. Fakta inilah yang menjadi salah satu pertimbangan Kelompok 4 mahasiswa Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Universitas Negeri Malang (UM) tahun 2026 untuk menjadikan media sosial sebagai alat utama dalam mengangkat potensi wisata Umbul Dampit di Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.
Umbul Dampit adalah satu dari tiga sumber mata air yang dimiliki Desa Sumberdodol, berdampingan dengan Sorbendo dan Kolam Renang Tirto Mudo. Air yang jernih dan suasana alam yang masih terjaga membuat lokasi ini sebenarnya layak disandingkan dengan destinasi wisata alam lain di Kabupaten Magetan. Sayangnya, nama Umbul Dampit masih asing di telinga wisatawan luar desa. Minimnya eksposur digital membuat potensi ini seakan tersembunyi, padahal daya tariknya tidak kalah dari destinasi serupa yang lebih dulu dikenal luas.
Melihat dari persoalan tersebut, Kelompok 4 BBM UM merancang program dua tahap yang saling berkaitan. Sebelum konten promosi dibuat, kebersihan kawasan wisata harus dipastikan lebih dulu agar hasil dokumentasi benar-benar merepresentasikan keindahan Umbul Dampit. Setelah itu, barulah proses produksi konten dilakukan untuk kemudian disebarluaskan lewat akun media sosial resmi.
Tahap pertama dimulai dengan observasi lapangan pada 22 Juni 2026, sekaligus koordinasi bersama pengelola setempat untuk membahas teknis dan izin pelaksanaan. Sejak 23 hingga 27 Juni 2026, seluruh anggota kelompok bergotong royong membersihkan area Umbul Dampit dari semak dan tumbuhan liar yang selama ini menutupi keindahan lokasi. Lima hari kerja penuh dicurahkan agar kawasan wisata benar-benar siap untuk didokumentasikan.
Mengemas Cerita lewat Layar Kecil
Memasuki minggu kedua, tepatnya pada 29 Juni dan 2 Juli 2026, tim beralih fokus ke pengambilan foto dan video. Momen keseruan berenang bersama ikan, kejernihan sumber mata air, hingga kesejukan udara di sekitar Umbul Dampit menjadi sorotan utama dalam pengambilan gambar. Materi visual yang terkumpul kemudian diolah lewat proses editing agar sesuai dengan gaya dan format konten di Instagram maupun TikTok, dua platform yang dipilih karena tingkat keterlibatan penggunanya yang tinggi di kalangan generasi muda.
Program ini berhasil menghasilkan sembilan video siap tayang yang diunggah ke akun Instagram dan TikTok resmi Umbul Dampit. Agar manfaatnya tidak berhenti ketika masa BBM usai, kedua akun tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pengelola Umbul Dampit untuk dikelola dan dikembangkan secara mandiri. Dengan begitu, promosi digital yang telah dirintis dapat terus berjalan dan beradaptasi mengikuti tren, tanpa bergantung pada keberadaan mahasiswa BBM di lapangan.
Program Promosi Digital di Umbul Dampit menjadi bukti bahwa pemberdayaan desa wisata tidak selalu membutuhkan anggaran besar, melainkan bisa dimulai dari kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kejelian memanfaatkan media sosial secara tepat sasaran. Kelompok 4 BBM UM berharap langkah kecil ini dapat menjadi pemantik bagi Desa Sumberdodol untuk terus menggali dan mengembangkan potensi wisata lain yang dimilikinya.

