Pendidikan
Beranda » Berita » FITK UIN Sunan Kalijaga Latih Mahasiswa Pascasarjana Kuasai Metode Riset Era Digital

FITK UIN Sunan Kalijaga Latih Mahasiswa Pascasarjana Kuasai Metode Riset Era Digital

egeteeeeee
Peserta menyimak materi dalam workshop metodologi penelitian FITK UIN Sunan Kalijaga di Kampus Sambilegi, Yogyakarta, Senin (26/5/2026).

Kabar Tren, Yogyakarta — Perkembangan metodologi penelitian yang semakin dinamis mendorong Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menghadirkan pelatihan riset yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui Workshop Dukungan Metodologi Penelitian Mahasiswa Program Magister dan Doktor, FITK mengangkat berbagai pendekatan penelitian kontemporer yang relevan dengan kebutuhan akademik saat ini.

Rangkaian workshop dilaksanakan secara hybrid pada 18 Mei, 20 Mei, dan 26 Mei 2026 di Ruang Layanan Penelitian, Penulisan Akademik, dan Publikasi Mahasiswa Pascasarjana FITK Kampus Sambilegi. Kegiatan diikuti sekitar 20 peserta secara langsung dan lebih dari 60 peserta secara daring dari berbagai program studi pascasarjana.

Ketua Layanan Penelitian, Penulisan Akademik, dan Publikasi Mahasiswa Pascasarjana FITK, Jamil Suprihatiningrum, Ph.D., mengatakan bahwa mahasiswa pascasarjana perlu mulai memahami perkembangan pendekatan penelitian modern yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada kemampuan analisis dan pemanfaatan teknologi penelitian.

Menurutnya, tantangan terbesar mahasiswa saat ini adalah mengubah data penelitian menjadi analisis yang kuat dan memiliki kontribusi akademik.

“Mahasiswa sering memiliki data yang banyak, tetapi belum mampu mengolahnya menjadi argumentasi ilmiah yang mendalam. Karena itu workshop ini dirancang untuk memperkuat keterampilan metodologis sekaligus mengenalkan pendekatan riset yang berkembang secara global,” ujarnya.

Menuju 100 Hari Pengabdian, DEMA FDIKOM UIN Jakarta Matangkan Langkah Menyongsong Satu Tahun Kepengurusan

Sesi pertama pada 18 Mei 2026 menghadirkan Dr. Iffah Muyassaroh dengan materi Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Kualitatif. Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari bagaimana fenomenologi digunakan untuk memahami pengalaman hidup (lived experience) partisipan secara mendalam.

Dr. Iffah menjelaskan bahwa penelitian fenomenologi menuntut peneliti untuk mampu memahami makna pengalaman dari perspektif partisipan, bukan sekadar mendeskripsikan peristiwa yang terjadi.

“Fenomenologi mengajak peneliti memahami pengalaman manusia secara reflektif dan interpretatif. Fokusnya bukan hanya apa yang dialami, tetapi bagaimana pengalaman itu dimaknai,” jelasnya.

Open House Sekolah Rhema Indonesia Angkat Tema 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Workshop berlanjut pada 20 Mei 2026 dengan sesi yang berfokus pada analisis data penelitian menggunakan software. Dr. Taufan Jannata membawakan materi Analisis Data Kualitatif dengan ATLAS.ti. Peserta mempelajari proses coding, pengembangan kategori dan tema, penggunaan memo, hingga visualisasi hubungan antar data dalam penelitian kualitatif.

Dalam pemaparannya, Taufan menegaskan bahwa software analisis kualitatif membantu peneliti bekerja lebih sistematis, terutama ketika menghadapi data penelitian dalam jumlah besar.

Dari Manual ke Digital: Prodi Akuntansi UPN Veteran Jatim Dampingi Pencatatan Digital UMKM

“Software seperti ATLAS.ti membantu peneliti mengorganisasi data, tetapi kemampuan analisis dan interpretasi tetap menjadi kunci utama penelitian kualitatif,” ungkapnya.

Pada sesi yang sama, Minati Rina Hardiyana, M.Pd., membahas Uji t Menggunakan JASP. Materi ini difokuskan pada pemahaman dasar analisis statistik dan praktik penggunaan software JASP untuk melakukan uji t serta interpretasi hasil penelitian kuantitatif.

Pemanfaatan AI secara Bijak, Dosen dan Mahasiswa UPN VEteran Jawa Timur Dorong Literasi AI di SMA Negeri 17 Surabaya

Sementara itu, sesi terakhir yang berlangsung pada 26 Mei 2026 menghadirkan Nur Latifah Umi Satiti dengan materi Pendekatan Etnografi Digital dalam Penelitian. Materi ini menjadi salah satu topik yang paling menarik perhatian peserta karena membahas penelitian di ruang digital dan media sosial.

Nur Latifah menjelaskan bahwa kehidupan digital saat ini telah membentuk budaya dan pola interaksi baru yang dapat menjadi objek penelitian ilmiah.

“Komunitas online, media sosial, hingga interaksi digital saat ini menjadi bagian dari realitas sosial masyarakat. Karena itu peneliti perlu memahami bagaimana melakukan observasi dan membaca praktik budaya di ruang digital,” jelasnya.

Wisuda Salma Jadi Bukti Semangat Pendidikan Inklusif di UIN Sunan Kalijaga

Peserta juga diajak memahami teknik observasi komunitas online, pengumpulan data digital, serta etika penelitian di ruang virtual.

Selama workshop berlangsung, suasana diskusi terlihat sangat aktif. Peserta banyak mengajukan pertanyaan terkait teknik analisis data, penggunaan software penelitian, validitas penelitian kualitatif, hingga tantangan penelitian di era digital.

Salah satu peserta, Lailatul Fitriyah, mengaku workshop ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibanding perkuliahan metodologi pada umumnya.

“Workshop ini sangat aplikatif karena kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung praktik menggunakan software dan memahami pendekatan penelitian yang sedang berkembang,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, FITK UIN Sunan Kalijaga berharap mahasiswa pascasarjana semakin siap menghadapi tantangan penelitian modern dan mampu menghasilkan karya ilmiah yang lebih kuat secara metodologis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing publikasi yang lebih tinggi.

× Advertisement
× Advertisement