Pendidikan
Beranda » Berita » Dosen UNADA Latih PKK Gp. Dhou Kembang Tanjong Olah Tanaman Herbal Menjadi Produk Unggulan Gampong untuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Berdampak Banjir

Dosen UNADA Latih PKK Gp. Dhou Kembang Tanjong Olah Tanaman Herbal Menjadi Produk Unggulan Gampong untuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Berdampak Banjir

WhatsApp Image 2026-07-26 at 20.53.52
Foto bersama usai kegiatan

PIDIE – Sejumlah dosen Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh yang tergabung dalam Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), diketuai oleh Lasri, S.Pd, M.Pd dosen dari Program Studi Ilmu Antropologi dengan anggota Dr. Puspita Annaba Kamil, Fitrianti, M.HSc, Heri Akmal, M.Si, Chairul Bariah, M.H dan Saprijal, S.Hum., MA melatih ibu-ibu PKK Gampong Krueng Dhou, Kecamatan Kembang Tanjoeng, Pidie mengolah tanaman herbal menjadi produk unggulan gampong sebagai upaya pemberdayaan ekonomi perempuan yang terdampak bencana banjir akhir 2025 lalu. Sasaran langsung pelatihan ini adalah ibu-ibu gampong yang tergabung dalam PKK gampong Gampong Krueng Dhou, Kembang Tanjong, Pidie sebagai salah satu gampong yang terdampak banjir bandang tahun 2025 lalu.

Pelatihan ini berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026 dengan mengangkat tema “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Terdampak Banjir melalui Pelatihan Pengolahan Tanaman Herbal Etnobotani Menjadi Produk Unggulan Gampong di Gampong Krueng Dhou, Kembang Tanjong, Pidie”. Sebagaimana kita ketahui bahwa Gampong Krueng Dhou, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie merupakan salah satu gampong yang dilanda banjir bandang pada akhir 2025 lalu dan berdampak pada kehidupan perekonomi masyarakat gampong tersebut. Oleh karena itu, dosen UNADA melatih perempuan gampong, khususnya ibu-ibu PKK, untuk mengolah tumbuhan rimpang atau etnobotani yang ada di sekitar gampong menjadi produk unggulan gampong agar mereka kembali mandiri secara ekonomi pascabencana banjir bandang 2025.

Program pengabdian masyarakat untuk pemilihan dan kemandirian ekonomi pascabencana melalui pemanfatan rempang ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Hibah Riset BIMA berbasis Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat tahun ajaran 2026. Selain para dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan sebagai pembantu peneliti. Keterlibatan mahasiswa ini penting untuk menumbuhkan empati, serta berkesempatan untuk mengaplikasikan secara langsung teori-teori pembelajaran yang selama ini dipelajari di dalam ruang kelas.

Kehadiran Tim PKM ini disambut hangat oleh ketua PKK Gampong Krueng Dhou, Ibu Kumala Phonna, S. Pdi yang mengetuai perwakilan masyarakat Gampong Krueng Dhou, Kembang Tanjong, Pidie. Kegiatan dilangsungkan di Kantor PKK gampong ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari para Ibu tangga yang terdampak langsung bencana banjir 2025 silam. Selain diikuti oleh para Ibu yang tergabung dalam PKK gampong, kegiatan ini ikut dihadiri oleh Sekretaris Gampong yaitu Bapak Alwis dan pendamping gampong Zulfikli, S.Pd.

Dengan penuh antusias Alwis menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Dalam sambutannya, bapak sekretaris gampong mengatakan bahwa ibu-ibu PKK Gampong Krueng Dhou, Kembang Tanjong, sangat berterima kasih kepada dosen UNADA karena telah memilih gampong mereka untuk dilatih mengolah tanaman herbal menjadi produk unggulan gampong, sehingga mereka kembali bangkit dan mandiri secara ekonomi pascabencana banjir bandang.
”Saya mengapresiasi dan berterima kasih setinggi-tingginya kepada para dosen UNADA ini karena telah memilih masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK gampong kami untuk dilatih mengolah tanaman rimpang ini menjadi produk unggulan gampong. Semoga pelatihan ini tidak berhenti di sini dan berlanjut ke tahun-tahun depan lagi”, harap Pak Sekdes dalam kata sambutannya.

Mahasiswa KKN IDBU 38 Undip Kembangkan Budidaya Melon Hidroponik di Kampung Dukuh

Harapan dan antusias yang sama juga disampaikan Ketua PKK, Ibu Kumala Phonna yang merasa bersyukur sekali karena para dosen UNADA telah memilih Gampong Krueng Dhou sebagai sasaran pelatihan pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesehatan pascabencana, sehingga mereka juga memperoleh pengetahuan baru mengenai cara mengolah rimpang yang selama ini umumnya hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga saja menjadi produk unggulan gampong yang bernilai jual.

”Dengan adanya pemberdayaan dan pelatihan hari ini, kami jadi lebih paham manfaat lain dari rimpang herbal ini yang ternyata tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tetapi juga dapat dioleh dengan sebagus mungkin untuk dijual sehingga menambah penghasilan atau ekonomi kami di gampong. Kami berharap hasil PKM ini berhasil membankitkan ekonomi kami yang pernah terdampak musibah banjir bandang 2025 lalu”, katanya penuh harap.

Tumbuhan herbal yang terdiri dari kunyit, jahe dan serai memiliki berjuta manfaat bagi kesehatan yang jika diolah dengan baik dapat dijadikan produk unggulan gampong sekaligus sumber pendapatan baru bagi perempuan, karena memiliki nilai ekonomis yang sangat prospektif bagi masyarakat Gampong Krueng Dhou. Selain itu, dengan kecangihan teknologi komunikasi dan pemasaran saat ini, produk unggulan gampong ini tidak hanya dapat dijual secara tradisional di pasar-pasar umum, tetapi juga melalui pemanfaatan pasar berbasis digital atau marketplace seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan lain sebagainya.

KKN UNDIP Hadirkan Urban Farming untuk Ketahanan Pangan Masyarakat

× Advertisement
× Advertisement