TANGERANG SELATAN — Komunitas olahraga kini tidak lagi sekadar menjadi ruang berkumpul bagi orang-orang dengan minat yang sama. Di tangan Candra Sugiartama, aktivitas komunitas lari Eastvarun dikembangkan menjadi ruang yang mempertemukan komunitas, dunia usaha, brand, kreator, dan entertainment melalui berbagai kegiatan kolaboratif.
Candra melihat event bukan sekadar kegiatan yang selesai ketika acara berakhir. Baginya, event dapat menjadi ruang untuk mempertemukan manusia, membangun pengalaman, memperluas jejaring, mempertemukan brand dengan komunitas, sekaligus membuka peluang kolaborasi.
Gagasan tersebut kemudian diterapkan melalui berbagai aktivitas Eastvarun yang menghubungkan olahraga dengan lifestyle, bisnis, entertainment, dan komunitas.
Pendekatan itu salah satunya terlihat dalam AP3MI Fun Run 2026 yang digelar di Eastvara Mall BSD pada 22 Agustus 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) tersebut menggandeng Eastvarun sebagai bagian dari kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas.
Dalam kegiatan tersebut, Candra hadir sebagai Ketua Eastvarun. Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana aktivitas olahraga dapat berkembang menjadi ruang pertemuan antara komunitas olahraga, pelaku usaha, brand, dan masyarakat.
Bagi Candra, lari bukan hanya aktivitas fisik. Olahraga dapat menjadi medium untuk mempertemukan orang dari berbagai latar belakang, membangun networking, serta membuka peluang kolaborasi baru.
Kreativitas sebagai Titik Awal
Candra memandang kreativitas sebagai fondasi dalam membangun sebuah gerakan. Kreativitas, menurutnya, tidak berhenti pada konsep visual atau penyelenggaraan acara yang menarik, tetapi juga mencakup cara menciptakan ruang baru untuk mempertemukan manusia dan membangun keterlibatan.
Dalam pendekatan tersebut, event dapat menjadi meeting point berbagai ekosistem, mulai dari komunitas, brand, pelaku usaha, kreator, entertainment, hingga masyarakat.
Konsep itu membuat sebuah kegiatan memiliki fungsi yang lebih luas. Event tidak hanya menjadi panggung bagi penyelenggara, tetapi juga dapat menjadi ruang interaksi dan pertukaran kepentingan antarpihak.
Ketika Komunitas Bertemu Dunia Usaha
Kolaborasi Eastvarun dengan AP3MI menjadi salah satu contoh pertemuan antara komunitas olahraga dan dunia usaha.
Menurut Candra, komunitas memiliki kekuatan sebagai penghubung antara bisnis dan konsumen. Di sisi lain, dunia usaha dapat memberikan ruang, pengalaman, serta kesempatan bagi komunitas untuk berkembang.
Karena itu, ia mendorong model kolaborasi yang tidak semata-mata berorientasi pada sponsorship. Kolaborasi ideal, menurutnya, harus mampu menciptakan mutual value atau manfaat bersama bagi komunitas, pelaku usaha, brand, dan pihak lain yang terlibat.
“Event bukan hanya tentang bagaimana sebuah kegiatan berjalan, tetapi bagaimana setelah kegiatan itu ada hubungan, pengalaman, dan peluang baru yang tercipta,” demikian gagasan yang dibawa Candra dalam pengembangan komunitas dan event yang dijalankannya.
Entertainment Bukan Sekadar Hiburan
Selain komunitas dan bisnis, entertainment juga menjadi bagian dari pendekatan Candra dalam membangun pengalaman sebuah event.
Musik, visual, hospitality, interaksi, hingga suasana acara dipandang sebagai elemen yang dapat membentuk pengalaman peserta. Dengan demikian, sebuah kegiatan tidak berhenti sebagai agenda, tetapi meninggalkan cerita dan pengalaman yang mendorong orang untuk kembali terlibat.
Dengan latar belakang di industri kreatif dan event, Candra berupaya menggabungkan aktivitas komunitas dengan berbagai unsur entertainment tersebut.
Pendekatan ini menempatkan peserta bukan hanya sebagai orang yang hadir dalam sebuah acara, tetapi sebagai bagian dari pengalaman yang dibangun bersama.
Eastvarun Jadi Laboratorium Community Building
Eastvarun menjadi salah satu wadah utama bagi Candra untuk menerapkan gagasan tersebut.
Olahraga lari menjadi pintu masuk untuk membangun hubungan yang lebih luas. Anggota komunitas tidak hanya diajak berlari, tetapi juga bertemu, berinteraksi, membangun relasi, berkolaborasi, dan menciptakan pengalaman bersama.
Dari proses tersebut, Candra secara perlahan mengembangkan perannya dari sekadar pemimpin komunitas menjadi community builder dan collaboration leader.
Perubahan positioning itu terlihat dari upaya mempertemukan berbagai ekosistem melalui kegiatan komunitas. Kolaborasi dengan AP3MI menjadi salah satu contohnya: komunitas olahraga bertemu organisasi pengusaha, event menjadi ruang networking, sementara aktivitas lari berkembang menjadi medium untuk membangun relasi dan membuka peluang kolaborasi.
CREATE. CONNECT. GROW.
Gagasan yang dibangun Candra dirangkum dalam tiga prinsip: CREATE, CONNECT, dan GROW.
CREATE berarti menciptakan ide, pengalaman, dan ruang baru.
CONNECT berarti mempertemukan manusia, komunitas, brand, bisnis, kreator, dan organisasi.
Sementara GROW berarti berkembang bersama melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
“Saya tidak ingin hanya membuat event. Saya ingin membuat gerakan. Karena ketika kreativitas, event, komunitas, bisnis, dan entertainment bertemu, yang lahir bukan hanya sebuah acara, tetapi sebuah ekosistem,” ujar Candra.
Pendekatan tersebut menempatkan Candra bukan sekadar sebagai sosok di balik komunitas olahraga, tetapi sebagai figur yang berupaya membangun model kolaborasi lintas ekosistem.
Gerakan yang dibangun melalui Eastvarun pun mulai diarahkan melampaui aktivitas olahraga. Komunitas menjadi pintu masuk untuk mempertemukan lifestyle, kreativitas, bisnis, entertainment, dan berbagai kepentingan sosial dalam satu ruang kolaborasi.
Kolaborasi bersama AP3MI menjadi salah satu contoh bagaimana model tersebut diterapkan. Dari sebuah aktivitas lari, terbentuk ruang pertemuan yang mempertemukan komunitas dengan dunia usaha dan membuka kemungkinan terciptanya relasi serta kolaborasi baru.
Bagi Candra, pada akhirnya kekuatan sebuah event bukan hanya diukur dari berapa banyak orang yang hadir, tetapi dari apa yang tercipta setelah orang-orang tersebut bertemu.

