Jurnalis : Rayyan Malik
KUALA LUMPUR – Peran organisasi kemasyarakatan Indonesia di luar negeri dinilai semakin krusial sebagai mitra strategis dalam mendukung upaya perlindungan sosial dan kemanusiaan bagi para perantau. Di tengah dinamika diaspora di Malaysia, Madnur atau yang akrab disapa Joe Gubat, hadir sebagai figur muda yang aktif bergerak dalam aktivitas sosial kemasyarakatan di negeri jiran.
Pria kelahiran Pandeglang, Banten, tahun 1993 ini kini menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) Malaysia periode 2025–2030. Bersama jajaran pengurus, ia berkomitmen memperkuat solidaritas sekaligus membangun ruang koordinasi yang solid antar-sesama Warga Negara Indonesia (WNI).
Dalam kiprahnya, Joe Gubat aktif menjembatani koordinasi dan memberikan pendampingan sosial bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang menghadapi kendala administrasi, persoalan ketenagakerjaan, hingga adaptasi lingkungan kerja. Bagi beliau, keberadaan organisasi di tanah rantau berfungsi sebagai perpanjangan tangan sosial yang bersinergi langsung dengan kebijakan pemerintah.
“Organisasi harus mampu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat nyata, khususnya menjadi mitra yang mendukung program perlindungan dan pendampingan bagi sesama WNI,” ujar Joe Gubat.
Untuk memaksimalkan peran tersebut, BPPKB Banten Malaysia terus memperkuat kemitraan dan menyelaraskan langkah dengan pihak perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia. Selain di bidang sosial-kemanusiaan, organisasi ini juga bergerak mendorong pelestarian budaya Nusantara guna menjaga identitas kebangsaan di tengah masyarakat multikultural.
Joe Gubat menekankan bahwa kunci utama kokohnya komunitas perantau adalah persatuan erat tanpa memandang sekat kedaerahan atau kelompok.
“Walaupun berada jauh dari tanah air, rasa persaudaraan sesama bangsa Indonesia harus tetap dijaga. Solidaritas dan kepedulian sosial adalah hal yang mutlak,” pungkasnya.
Melalui pendekatan yang aktif dan membumi, kehadiran figur muda dalam organisasi diaspora diharapkan mampu membawa semangat baru. Organisasi kini dituntut tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan bertransformasi sebagai ruang kolaborasi yang efektif dalam mendukung peran perwakilan RI di luar negeri.

