Opini
Beranda » Berita » Persepsi Mahasiswa UMK terhadap Peran Partai Politik

Persepsi Mahasiswa UMK terhadap Peran Partai Politik

Picture1iuytrtt
Ilustrasi peran partai politik (Sumber: satunama.orang)

Kabar Tren, Opini – Partai politik masih dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam sistem demokrasi Indonesia. Di tengah berbagai dinamika politik yang berkembang, mayoritas mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) menilai partai politik tetap memiliki peran strategis dalam menyalurkan aspirasi masyarakat dan menjembatani hubungan antara warga negara dengan pemerintah. Temuan tersebut terungkap dalam survei bertajuk Persepsi Mahasiswa Universitas Muria Kudus terhadap Peran Partai Politik dalam Menyalurkan Aspirasi Masyarakat.

Survei dilakukan pada Juni 2026 dengan menggunakan metode angket daring melalui Google Form. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk menggambarkan pandangan mahasiswa terhadap fungsi partai politik dalam sistem demokrasi. Sebanyak 60 mahasiswa aktif UMK menjadi responden dalam survei tersebut.

Responden berasal dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Muria Kudus. Mayoritas peserta survei merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi dengan jumlah 33 orang, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Hukum, serta Pertanian. Dari sisi jenjang studi, sebagian besar responden berada pada semester empat, yakni sebanyak 39 mahasiswa atau 65 persen dari total responden.

Hasil survei menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap peran partai politik cenderung positif. Sebanyak 85 persen responden menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa partai politik memiliki peran penting dalam menyalurkan aspirasi masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih memandang partai politik sebagai saluran yang relevan untuk menyampaikan suara publik kepada pemerintah.

Pandangan serupa juga terlihat pada aspek penyampaian kebutuhan dan kepentingan masyarakat kepada pemerintah. Sebanyak 73,3 persen responden menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa partai politik membantu menyalurkan kebutuhan serta kepentingan masyarakat kepada para pengambil kebijakan. Angka tersebut memperlihatkan bahwa fungsi komunikasi politik yang dijalankan partai masih mendapat kepercayaan dari sebagian besar mahasiswa.

Pentingnya Pola Hidup Sehat Dalam Mencegah Penyakit Sejak Dini

Dalam hal efektivitas penyaluran aspirasi, sebanyak 66,7 persen responden menilai bahwa aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dengan baik melalui partai politik. Meski demikian, hasil survei juga menunjukkan masih adanya sebagian mahasiswa yang meragukan efektivitas fungsi tersebut. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kepercayaan terhadap partai politik tetap ada, namun masih dibarengi dengan harapan akan peningkatan kinerja dan transparansi.

Partai politik juga masih dinilai menjalankan perannya sebagai wakil masyarakat dalam sistem demokrasi. Sebanyak 68,3 persen responden menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa partai politik tetap berfungsi sebagai representasi kepentingan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih menganggap partai politik memiliki posisi penting dalam mekanisme demokrasi representatif yang berlaku di Indonesia.

Pada aspek pengambilan kebijakan publik, tingkat kepercayaan mahasiswa bahkan terlihat lebih tinggi. Sebanyak 80 persen responden menyatakan bahwa keberadaan partai politik penting dalam proses penyusunan dan pengambilan kebijakan publik. Hasil ini menegaskan bahwa mahasiswa memahami peran partai politik tidak hanya sebagai alat politik elektoral, tetapi juga sebagai institusi yang berkontribusi dalam menentukan arah kebijakan negara.

Di Balik Coklat KitKat: Ketika Label Fairtrade Tak Lagi Dipilih

Dalam kajian yang melandasi survei ini, partai politik dijelaskan sebagai kelompok terorganisasi yang memiliki orientasi, nilai, dan tujuan politik yang sama serta berupaya memperoleh dan mempertahankan kekuasaan untuk menjalankan program-program yang telah disusun. Selain itu, partai politik juga berfungsi sebagai sarana komunikasi politik yang menjembatani hubungan antara masyarakat dan negara.

Penelitian ini turut mengacu pada pandangan bahwa salah satu fungsi utama partai politik adalah menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Fungsi tersebut dapat berjalan efektif apabila terdapat keterbukaan, komunikasi yang baik, serta ruang partisipasi yang memadai bagi masyarakat dalam menyampaikan kepentingannya kepada partai politik.

Jebakan Countdown Tiktok Shop: Saat FOMO Jadi Senjata Pemasaran Digital

Selain sebagai sarana komunikasi politik, partai politik juga memiliki fungsi artikulasi dan agregasi kepentingan. Melalui fungsi tersebut, berbagai aspirasi masyarakat yang beragam dapat dihimpun dan diteruskan kepada pemerintah dalam bentuk kebijakan maupun program yang berpihak pada kepentingan publik.

Meskipun mayoritas mahasiswa memberikan penilaian positif, survei ini juga menemukan adanya sebagian responden yang menyatakan tidak setuju terhadap beberapa pernyataan yang diajukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap partai politik tidak sepenuhnya seragam. Sebagian mahasiswa masih mempertanyakan efektivitas partai politik dalam menjalankan fungsi representasi dan penyaluran aspirasi masyarakat.

Koperasi Merah Putih: Investasi Strategis atau Pemborosan Anggaran Negara

Secara keseluruhan, hasil survei memperlihatkan bahwa mahasiswa Universitas Muria Kudus masih memandang partai politik sebagai lembaga yang memiliki peran penting dalam sistem demokrasi Indonesia. Partai politik dinilai berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus menjadi aktor penting dalam proses penyusunan kebijakan publik. Meski demikian, peningkatan kualitas komunikasi politik dan efektivitas penyaluran aspirasi tetap menjadi harapan yang perlu dijawab oleh partai politik agar kepercayaan generasi muda dapat terus terjaga.

Survei ini juga menjadi gambaran bahwa mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda masih memiliki perhatian terhadap peran partai politik dalam kehidupan demokrasi. Temuan tersebut dapat menjadi masukan bagi partai politik untuk terus memperkuat fungsi representasi, meningkatkan kedekatan dengan masyarakat, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka agar aspirasi publik dapat tersalurkan secara efektif dan berkelanjutan.

Penulis:

Hak Perempuan untuk Bersuara: Antara Perlindungan Hukum dan Realitas Kampus

Angelia Vitri Hartanti 202460005 dan Trianing Arofah 202460022 – Universitas Muria Kudus

× Advertisement
× Advertisement