Pendidikan
Beranda » Berita » Satu Suara Melawan Kekerasan, DEMA FDIKOM Gelar Diskusi dan Mimbar Bebas

Satu Suara Melawan Kekerasan, DEMA FDIKOM Gelar Diskusi dan Mimbar Bebas

WhatsApp Image 2026-04-21 at 10.22.07
Ketua Umum DEMA FDIKOM Muhammad Zidan Ramdani bersama para Pemantik Diskusi

Kabar Tren, Jakarta – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Jakarta menyelenggarakan kegiatan diskusi publik dan mimbar bebas sebagai bentuk konsolidasi gerakan mahasiswa dalam merespons maraknya kekerasan terhadap aktivis dan perempuan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026, bertempat di FDIKOM UIN Jakarta, dengan mengusung tema “Solidaritas dan Kolektivitas Gerakan: Kunci Melindungi Aktivis dan Perempuan.”

Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk merajut kesadaran kolektif sekaligus memperkuat sinergi lintas organisasi mahasiswa. Sejumlah elemen turut hadir dan berkolaborasi, di antaranya GMNI UIN Jakarta, KAMMI UIN Jakarta, Paradigma, LKBHMI Cabang Ciputat, serta Forum Mahasiswa Ciputat (FORMACI). Kehadiran berbagai organisasi ini menunjukkan bahwa perjuangan melawan kekerasan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan gerakan bersama yang terorganisir dan berkelanjutan.

Diskusi publik yang menjadi pembuka kegiatan menghadirkan berbagai pandangan kritis terkait realitas kekerasan yang masih terjadi di ruang-ruang akademik maupun ruang publik. Peserta diskusi secara aktif mengulas persoalan kekerasan dari berbagai dimensi, mulai dari aspek struktural, kultural, hingga lemahnya keberpihakan terhadap korban dalam proses penanganan. Isu perlindungan terhadap aktivis yang kerap menghadapi intimidasi juga menjadi sorotan penting dalam forum tersebut.

Ketua Umum DEMA FDIKOM UIN Jakarta, Muhammad Zidan Ramdani, dalam wawancaranya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya membangun kekuatan kolektif mahasiswa. Ia menyatakan, “Kekerasan terhadap aktivis dan perempuan adalah persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan secara individual. Dibutuhkan solidaritas yang kuat dan gerakan yang kolektif agar kita mampu memberikan tekanan sekaligus mendorong perubahan yang nyata.”

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ruang demokrasi dan kemanusiaan. “Ketika ruang aman mulai terancam, maka mahasiswa harus hadir sebagai garda terdepan dalam menyuarakan keadilan. Solidaritas adalah kunci agar gerakan tidak mudah dilemahkan,” tambahnya.

Sebelum Sebuah Bisnis Dimulai, Ada Satu Pertanyaan Penting

Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum DEMA FDIKOM, Kayfin Fathoni, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas organisasi dalam membangun gerakan yang lebih kuat. Ia menyampaikan, “Kolektivitas gerakan bukan hanya soal kebersamaan, tetapi bagaimana kita menyatukan visi dan langkah untuk melawan segala bentuk kekerasan. Dengan sinergi lintas elemen, gerakan mahasiswa akan lebih kokoh dan memiliki daya dorong yang luas.”

Ia juga menambahkan bahwa perlindungan terhadap perempuan harus menjadi perhatian utama dalam gerakan mahasiswa. “Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan yang mendesak. Kita tidak boleh diam. Perlu ada keberanian bersama untuk melawan, sekaligus memastikan korban mendapatkan keadilan dan pemulihan yang layak,” ujarnya.

Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan mimbar bebas yang menjadi wadah ekspresi bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan pandangan secara terbuka. Dalam suasana yang penuh semangat, mahasiswa menyuarakan berbagai keresahan, mulai dari lemahnya perlindungan terhadap korban kekerasan, praktik pembungkaman terhadap aktivis, hingga tuntutan agar negara dan institusi pendidikan lebih responsif dalam menciptakan ruang yang aman dan adil.

Bukber Mahasiswa Falsafah dan Agama Universitas Paramadina Teguhkan Ukhuwah dan Kolaborasi Lintas Generasi

Mimbar bebas ini menjadi simbol bahwa mahasiswa masih memiliki keberanian untuk bersuara dan berdiri di garis depan dalam melawan ketidakadilan. Berbagai seruan yang disampaikan menunjukkan bahwa kesadaran kolektif terus tumbuh, sekaligus menjadi energi bagi gerakan mahasiswa untuk terus bergerak secara konsisten dan berkelanjutan.

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap sebagai bentuk komitmen bersama seluruh elemen yang terlibat. Dalam pernyataan tersebut, ditegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan terhadap aktivis dan perempuan, serta dorongan kepada negara untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada korban dan menjamin perlindungan yang menyeluruh.

Ubah Selada Hidroponik Jadi Keripik Unik, Mahasiswa KKN Untag Surabaya Hadirkan Inovasi Baru di Desa Selotapak

DEMA FDIKOM UIN Jakarta menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah panjang dalam memperkuat gerakan mahasiswa yang lebih inklusif, progresif, dan berkelanjutan. Solidaritas yang telah terbangun diharapkan dapat terus dirawat dan diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Sebagai penutup, DEMA FDIKOM mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk terus bersatu dalam melawan segala bentuk kekerasan. Dengan satu suara dan langkah yang kolektif, perubahan menuju ruang yang aman, adil, dan manusiawi bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Pokdarwis Gombengsari Gandeng Poliwangi Untuk Perkuat Branding Identity Kopi Lokal

× Advertisement
× Advertisement