Editor : Ali Kadafi
Oleh: Dewi Fortuna Sari
Ruang publik saat ini meluas dari interaksi tatap muka ke ekosistem digital di mana informasi, opini, dan praktik pendidikan berbaur dan tersebar cepat. Dalam konteks pembelajaran, kemampuan memanfaatkan alat digital secara etis dan kritis menjadi bagian dari kompetensi di ruang digital. Kegiatan “Pemanfaatan AI secara Bijak sebagai Penunjang Pembelajaran” menempatkan siswa sebagai peserta aktif dalam merumuskan penggunaan kecerdasan buatan yang produktif, aman, dan sesuai etika akademik.
Berdasarkan latar belakang tersebut, Dosen dan mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional UPN Veteran Jawa Timur mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pemanfaatan AI secara Bijak sebagai Penunjang Pembelajaran” di SMA Negeri 17 Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (18/5) ini bertujuan memberi pemahaman praktis kepada siswa tentang potensi dan batasan kecerdasan buatan dalam konteks pembelajaran, serta menanamkan prinsip-prinsip etika penggunaan AI.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan 7 mahasiswa dalam project mata kuliah Masyarakat Informasi dan Jejaring Global. Acara dibuka dengan sambutan perwakilan guru SMA Negeri 17 yang menyatakan pentingnya integrasi literasi AI dalam pembelajaran untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja dan studi lanjut yang semakin dipengaruhi teknologi. “Kami menyambut inisiatif ini karena membantu siswa memahami bagaimana memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar, bukan pengganti pemikiran kritis,” ungkap guru SMA Negeri 17 Surabaya.
Kegiatan ini dikemas dalam empat sesi inti. Materi pertama yang disampaiakn terkait Pengenalan AI untuk Pendidikan: penjelasan konsep dasar AI, contoh aplikasi pembelajaran, dan diskusi manfaat serta risiko. Kedua, Etika Akademik dan Plagiarisme AI: pembahasan tentang penggunaan AI dalam tugas sekolah dan cara menghindari ketergantungan yang menyalahi integritas. Terakhir, diadakan sesi diskusi bersama siswa mulai dari pengalaman penggunaan AI oleh siswa serta tanya jawab terhadap materi yang telah disampaikan.
Di akhir kegiatan, perwakilan guru SMA Negeri 17 menyampaikan terima kasih atas kegiatan sosialisasi seperti ini karena sangat relevan bagi siswa SMA yang dituntut tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan dan etika dalam mengikuti perkembangan teknologi khususnya penggunaan AI.
Melalui Pemanfaatan AI secara Bijak sebagai Penunjang Pembelajaran, dosen dan mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional berharap siswa-siswi SMA Negeri 17 Surabaya memiliki bekal awal untuk lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik dan bijak dalam menggunakan AI sebagai kemajuan teknologi. Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi yang kuat antara pendidikan tinggi dan pendidikan menengah dalam mendorong kualitas sumber daya manusia yang adaptif, kritis, dan melek teknologi.

